Selasa, 06 Januari 2015

cerpen


TERBENTANG DI BAWAH KHATULISTIWA

            “Salam Pramuka...”
Senja sore hari masih menampakkan keceriaanya layaknya mentari pagi. Langit kemerah-merahan seakan mewarnai sore ini dengan kegembiraan. Masih nampak dari kejauhan matahari yang akan tenggelam. Langkah demi langkah terlihat dari satu arah. Di bawah bentangan langit tampak berberapa tenda melingkari tempat perkemahan.
Beberapa lama kemudian sudah terdengar panggilan.Rupanya panggilan itu dari panitia pramuka yang bermaksud akan menyampaikan hal penting di acara perkemahan ini.
“Salam Pramuka. Selamat sore adik-adik”. Sapa panitia pramuka.
“Siap sore” jawab seluruh peserta pramuka.
“Baiklah. Sebelumnya kakak sangat berterima kasih atas partisipasi adik-adik semua yang telah ikut pada acara perkemahan ini. Sebentar lagi acara inti akan di mulai. Malam ini akan ada jelajah. Jadi saya harap setiap gugus mempersiapkan diri. Mengerti”
“Siap mengerti”
Akhirnya  seluruh peserta  kembali  ke  tenda.  
Rembulan  di  malam  itu   seakan menemani kesepianku. Aku duduk di depan tenda sendiri. Entah kenapa  aku  terbujuk oleh lamunan. Hingga  tak sadar aku di kagetkan  oleh keempat  temanku. Dewi,Arini,Vera,dan Rizky. Merekalah sahabat-sahabat terbaikku.   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar