JANJI SAHABAT 3
5 tahun kemudian,,
Pemeran
Rafel Aferdi Agus
Kurniawan Fahremi Dhana
Aditya Stevano
Kevin Willienard Rivaldi Gravito Fahri Dirawan Daniel Sammi
Raisa
Widya Avrilia Azalia Safanah Mia Saputri
Violi
Veranda Laudya Andini Vita
Angelina Rasya Angelina Gallinova
5 tahun berlangsung sudah. Kehidupan di antara 6 sahabat itu
mulai berubah. Begitupun dengan Ferdi, Agus, Adit, dan Rival. Semuanya berubah
90%. Mulai dari tanpannya sampai kehidupannya kini. Sekarang Ferdi sudah
tunangan. Dan tunangannya itu adalah Angel, kembaran dari Dewi yang telah pergi
lalu. Kebersamaan itu masih di kenang saat-saat dewi masih hidup. Tapi yang
lebih mengagetkan lagi ternyata Angel itu saudara kembarnya Dewi.
Keprihatinan itulah yang membuat Ferdi semakin dekat dengan
Angel selama ia di Amerika. Ternyata tanpa sepengetahuan dari mereka kedua
orang tua dari Ferdi dan Dewi ternyata berencana untuk menjodohkan mereka. Akan
tetapi kepergian dewi lah yang membuat Angel mendapatkan semuanya. Termasuk
Ferdi.
Ferdi yang dulunya cinta mati sama Widya kini bukanlah Ferdi
yang sekarang. Dia sudah berubah 180 derajat. Kemungkinan dia akan melupakan
Widya. Cinta sejatinya dulu. Dan kemungkinan besar dia juga akan melupakan
Agus. Temannya yang bawel itu. Kini Ferdi adalah cowok yang mulai tegar karena
seusai kakinya kembali normal lagi, ia tampaknya melupakan kehidupannya. Dia
lebih senang dengan dirinya sendiri dan Angel, tunangannya. Bagaimana keadaan
Widya sekarang?
Lebih penasaran lagi apa lanjutannya!!!
Baca terus yuk,,
Di Universitas
Jakarta. Ya, di situlah Ferdi melanjutkan sekolahnya. Kuliahnya cukup bagus.
Dia akan berusaha mengejar mimpinya. Belum lagi rencananya ia akan tunangan.
Dan yang terpenting baginya hanya masa depan, masa depan, dan masa depan.
Ketika hal itu terus di pikirkan oleh Ferdi, keusahaannya dalam merubah semua
hidupnya tanpa Widya adalah hal yang sulit bagi dia. Pandangannya, Widya sudah
melupakan dia. Sedangkan Widya masih sangat menanti kedatangan Ferdi yang janji
tidak kunjung datang. Itulah Ferdi. Kisah yang sekarang dia jalani sudah
berubah dan bukanlah Ferdi yang dulu lagi.
Lantas bagaimana
dengan Agus..
Agus melanjutkan
sekolahnya di Universitas Bandung. Barengan sama Widya, Andin Vita, Mia dan
Acha. Mereka semua juga satu jurusan. Agus memang paling setia. Tapi
kemungkinan Rival dan Adit masih selalu bersama mereka.
ADEGAN 1 .
Di UNIVERSITAS
JAKARTA
Ferdi : (
menyapa teman-temannya ) Hi, guys. How is your news. Pleasantly meets
again!!
Fahri : Hai, Fer.. Wii, makin keren aja.
Daniel : Ya, iyalah . Ferdi.. BTW gimana Angel .
Jadi nggak !!
Ferdi : Jadi apanya?
Daniel : Ya tunanganlah..
Ferdi : Oh, iya. Rencananya sih bulan depan.
Tapi kita lihat waktulah. Entar gue juga undang lho semua deh,.
Fahri : Asiikk tuh. Kalau pesta itu urusan gue.
Gue pasti bantu kok.
Ferdi : (
merangkul pundak Fahri ) Oke, bray..
Mereka
pun saling bercanda.. membicarakan tentang masa lalu mereka masing-masing.
Daniel : Eh, Fer.. Apa lho nggak kangen apa sama
,, sama siapa tuh masa lalu lho yang pernah lho cerita .
Ferdi : Widya. Udahlah, paling dia juga udah
lupain gue.
Fahri : Ya nggak seharusnya lho ngomong gitu
dong. Paling dulu kali. Siapa tahu dia masih sayang sama kamu.
Ferdi : Tapi gue udah nggak sayang sama dia.
Udah, nggak usah bahas itu. Paling dia udah dapet pengganti gue kok.
Daniel : Oke..oke . Fine!!!
Ferdi : Gue pengen jalan nih. Kita keluar yuk.
Jalan-jalan.
Daniel
dan Fahri : Sippp!!!
Mereka
keluar dan menuju ke mobil Ferdi di tempat parkir. Sepertinya mereka akan pergi
ke kafe langganan mereka bertiga.
Tapi sesaat setelah mereka
sampai, tiba-tiba Ferdi di tabrak oleh seseorang. Baginya itu udah nggak asing
lagi.
Ferdi : Woee.. hati-hati dong kalo jalan .. ( teriaknya sedikit kesal ) .
Orang
yang ferdi lihat di hadapannya seperti dia kenal. Ya, Andin..
Ferdi : Andin kan.. lho andin kan!!
Andin : Iya, gue Andin. Lho kenapa tahu nama
gue..
Ferdi : Ya ampun , Din. Gue Ferdi. Temen lho
dulu. Inget nggak!
Andin : Ferdi, Rafel Aferdi.
Ferdi : Iya..
Andin : Ya allah Fer. Seneng deh bisa ketemu di
sini. Kamu makin ganteng aja.
Ferdi
: bisa aja kamu, Din. Oh ya kamu ke
sini sama siapa.
Andin : Tuh, sama Agus. ( menunjuk ke arah agus )
Ferdi : Hah, Agus. Itu agus. Berubah banget
dia. Makin item aja. Masih nih, Din..
Andin : Alhamdulillah, masih bertahan kok. Kamu
aja tuh yang ganti lagi. Kasihan tahu nggak widya.
Ferdi : Woe, Aguss.. sini lho ( memanggil Agus yang tampaknya kebingunan )
Agus : Saya.. ( melihat sekelilingnya )
Ferdi : Iya, ini gue Ferdi . buruan sini..
Agus : Ferdi. Lho
ternyata masih hidup ya,. ( langsung
memeluk Ferdi ) Ya, gue kira lho udah mati. Ternyata lho masih hidup. Kurus kerempeng lagi. Sabar ya Fer ( tersenyum geli )
Ferdi : ( melepaskan pelukan Agus ) Apa sih lho.
Hina ya,.
Agus : Bercanda
kok, Fer. Hehehehe..
Ferdi : Ya udah..
kita ngomong dulu yuk, masa lalu..
Mereka pun berbicara seserius mungkin. Namun sesekali
bercanda. Kebersamaan yang pernah mereka rasakan kini seperti terulang kembali.
Ferdi : Oh ya,
kenalin, ini Daniel dan Fahri. Temen gue . (
mengenalkan daniel dan fahri ke agus dan andin )
Agus : dapet
temen baru, lupain temen lama..
Ferdi : Nggak
juga kali, Gus.. lho tuh temen gue yang paling perfect. Gue nggak bakal pernah
kok lupain lho. Lagian gimana bisa sih gue lupain orang yang namanya AGUS.
Apaan tuh istilanya dulu,, AGUS. Anak Ganteng Unyu tapi Sial. Itu kan , Gus. ( tersenyum meledek agus )
Agus : Okelah..
gue terima kok di hina ( sedikit kesal )
Andin : Ihh,
marah.. udahlah, Gus. Meskipun lho itu selalu sial. Tapi lho keren kok. Sekeren
hati lho..
Ferdi : Ciyye,,
gombal lho, Din. Agus ya tetap agus. Bukan yang lain kan..
Mereka saling bercanda dan tertawa. Hingga tiba Ferdi masuk
ke inti pembicaraan.
Ferdi : Hm,.
Sebenernya gue mau ngomong sesuatu sama kalian. dan itu penting buat gue. Semoga kalian bisa terima ya..
Andin : apa??
Sepenting itu ya..
Ferdi : banget
lagi.. ( menarik nafas sesaat )
sebenernya gue bakal tunangan, dan itu sama Angel. Kalian ingat kan, orang yang
mirip sama Dewi .
Andin dan Agus : (
bersamaan ) Apa??? Serius lho, Fer..
Andin : ( berdiri di hadapan Ferdi ) Secepat itu
ya, Fer. Jadi selama ini lho anggap Widya apaan. Lho Cuma jadiin widya
pelampiasan buat lho. Gue nggak habis pikir. Tega ya lho nyakitin perasaan
sahabat gue. Kalo sampai widya tahu. Lho bakal nyesel , Fer. Dan satu hal lagi,
jujur gue nyesel pernah kenal sama lho. (
langsung pergi meninggalkan mereka )
Agus : Din,,
Andin.. ( memanggil andin ) . Ah, lho
sih Fer. Sekarang lho bikin cewek gue marah. Cowok apaan sih lho. Gue cabut
dulu .. ( menyusul andin )
Ferdi : Gus,
pliss dengerin gue dulu . ( teriaknya )
Agus : ( balik menatap ferdi ) apa lagi yang
mau di jelasin. Semuanya udah jelas. Lho tuh penghianat tahu nggak!!
Andin dan Agus pergi meninggalkan mereka bertiga.
Daniel : udahlah,
Fer. Temen apaan sih tuh. Bikin kesel tau nggak.
Fahri : Santai
aja kali, Fer. Kan masih ada kita disini.
Ferdi : ( masih diam sesaat ) Gue harus nyusul
mereka .
Ferdi menyusul agus dan andin. Fahri dan daniel mencoba
menahannya, tapi ferdi tetap memaksa. Akhirnya ferdi tiba di tempat andin.
Sesaat ia bingung karena melihat andin duduk bersama 4 perempuan yang cukup
asing baginya.
Ferdi : ( mengahmpiri andin ) Din,. Gue mau
jelasin semuanya.
Andin : ( beranjak dari tempat duduknya ) apa
lagi sih yang mau lho jelasin. Sekarang juga lho pergi dari sini. Fer, denger
ya, gue nggak suka lho nyakitin widya. Gue bilang sekali lagi. Pergi nggak
lho.. ( mengusir ferdi )
Widya, Vita, Mia dan Acha yang tadinya duduk di samping
andin ikut beranjak dari tempat duduknya.
Widya : Tunggu,
Din. Tadi lho bilang apa barusan. Lho nggak mau cowok ini nyakitin perasaan
gue. Emeng dia siapa, Din.. ( tanyanya
penasaran )
Vita : ( ikut menyahut ) Terus tadi lho juga
manggil dia Fer. Ferdi ya..
Ferdi : Iya.. gue
ferdi . Salam. Seneng ketemu kalian. (
mengulurkan tangannya )
Mia : ( menghalangi tangan ferdi dan
menghindarkannya ) Eh, denger ya Fer. Lho balik ke sini buat cerita kalo
lho kepengen tunangan kan. Udahlah nggak penting. Sekarang lho pergi. Atau lho
mau gue tonjok. Berani lho lawan gue. Pergi sana .
Ferdi : Dengerin
gue dulu.. gue ke sini emeng mau kasi tau kalian. Tapi itu bukan maksud gue
buat nyakitin widya. ( memegang tangan widya ) Wid, maafin
gue ya, selama ini gue nggak pernah ngasi kabar. Itu karena gue baru aja balik
dari Amerika.
Widya : ( melepaskan tangan ferdi ) Nggak papa
kok, Fer. Gue juga ikhlas kok. Gue relain lho kalo lho emeng cinta sama angel ( meneteskan air matanya perlahan )
Acha : Sakit ya,
Wid. Udah yang sabar ya..
Andin : Fer, gue
tau lho tuh masih cinta kan sama Widya. Gue bisa lihat dari tatapan mata lho.
Raut wajah lho tuh masih nyimpan perasaan kan sama widya. Jujur aja, Fer..
Ferdi : Iya,
jujur aku tuh sayang banget sama kamu Wid. Tapi aku nurutin kemauan orang tua
aku. Maaf ya.. ( beranjak pergi )
Mia : Fer, kalau
lho cinta ama widya. Pertahanin. Jangan pernah lho sia-siain cinta lho. Karena
cinta itu bukan karena terpaksa . cinta datangnya dari hati. ( teriaknya untuk ferdi )
Ferdi : ( melirik Mia sesaat dan berbalik mengacukan
jempolnya ) Suatu saat nanti, gue akan kembali buat lho, Widya.
Ferdi pergi dengan senyuman tipis membara di wajahnya yang
tampan itu. Balum lagi hari berganti hari berita pertunangan Ferdi dengan angel
akan berlangsung. Suasana rumah Ferdi ramai. Tapi kenapa di hari bahagia bitu
ferdi malah kepikiran sama widya. Firasatnya selalu tidak enal. Ferdi melihat
sekelilingnya. Tampaknya widya dan teman-temannya tidak ada di pesta itu.
Ferdi : widya kok
nggak dateng ya.. ( sedikit panik )
Fahri : ( menghampiri ferdi ) Fer, acaranya udah
mau mulai tuh. Buruan masuk.
Acara akan berlangsung. Ferdi masih merasakan hal buruk di
pestanya. Sesaat dia berpikir pesta itu akan batal. Ternyata firasatnya benar.
Ferdi membatalkan pestanya sendiri dan mengejar cinta widya kembali.
Ferdi : pesta ini
gue batalin. Gue nggak mau tunangan sama angel. ( membuang cincin tuangannya
dan berlari keluar )
Angel : ( menahan ferdi ) Lho mau kemana Fer.
Pertunangan ini harus lanjut.
Ferdi : ( melepaskan genggaman angel ) gue nggak
mau tunangan sama lho.
Angel : Fer,
Ferdi.. ( sahutnya ketika ferdi keluar
berlari entah kemana )
Ferdi mengahampiri widya kerumahnya. Tapi widya tidak ada.
Akhirnya di menelpon andin dan ternyata mereka di rumah Acha.
Ferdi : (
mengetuk pintu ) Assalamu alaikum..
Mia : (
membuka pintu ) Walaikum salam.. eh, Ferdi. Bukannya lho tunangan. Kok lho
bisa ada di sini.
Ferdi : Gue harus ketemu widya. Pliss, Mia.
Widya mana..
Vita : (
datang bersama andin, acha dan widya ) Ferdi..
Andin : Bukannya lho mau tunangan..
Acha : kenapa lho bisa di sini.
Ferdi : ( menggenggam tangan widya ) Wid, gue
mau Cuma lho yang ngisi hidup gue. Cuma lho yang bakal jadi pendamping hidup
gue. Dari kecil kita selalu bareng dan sampai sekarang tuhan mempertemukan kita
buat saling melengkapi. Gue sayang sama lho, Wid. Lho adalah cinta pertama dan
terakhir buat gue. Karena gue sadar nggak ada lagi orang yang bisa gantiin lho
di hati gue. I Love You Widya..
Widya : I Love You
To ..
Vita, Mia, Acha, dan Andin : Ciyyee.. emeng ya jodoh nggak
kemana.. ( sahut mereka bersamaan )
Belum beberapa saat mereka berbincang-bincang, tiba-tiba
terdengar suara klakson mobil. Dan ternyata Adit kakaknya andin.
Adit : ( turun dari mobil ) Din, pulang yuk..
papa suruh jemput nih. Takutnya nanti lho hilang lagi..
Andin : Bentaran
aja deh, Kak.. masih kepingin nih di rumahnya acha ( sedikit melirik vita ) . btw, kakak nggak kangen ya sama Vita..
Vita : apaan
sih, Din..
Acha : Andin
bercanda kelewatan..
Adit : ( menghampiri mereka ) Siapa bilang gue
nggak kangen. Gue kangen kok. Sekangen-kengennya. ( berbicara tegas lalu tersenyum )
Tiba-tiba
“ Ciuzz nih.. Miapa coba!!!”
Ferdi : Agus,
Rival, kevin. kalian dateng.
Acha : Iyalah. Nggak
mungkin rival lupa sama princcesnya.. (
tersenyum lirih )
Andin : Ye,, gue
juga kali..
Mia : Ihh,
apalagi gue. Kevin is the best..
Widya : ( sedikit bercanda ) pertandingan ya,,
tadi ngebahas Vita sama Adit, sekarang kalian bertiga bersaing cowok. Nggak
capek apa..
Adit : ( memegang tangan vita ) Emeng tuh sih
Andin. Kalo kata papa mau di ikutin, “ din jangan pacaran ya”. Eh, kakaknya
yang bilang malah di lawan..
Andin : hmm.. ( mencubit tangan adit ) Apaan sih kak,
bikin malu aja..
Kevin : Oke.. jadi
ceritanya siapa yang menang nih. Gue sama Mia kan..
Rival : Enak aja
lho. Jelas gue lah sama Acha. Pasangan paling keren.
Agus : Mantep
tuh.. tapi kayaknya yang pas gue deh sama Andin.. Iya kan.. Iya aja deh!!
Adit : Masih ada
yang nantang. Nggak ada kan yang bisa ngalain AdVi. Pas 99,9%
Ferdi : 1% nya
mana. Hilang..( sedikit tertawa )
Lihat gue dong.. Full 100% Oke!! Iya nggak Say, ( melirik widya )
Widya : ( hanya tersenyum ) Udah deh, semuanya
cocok kok. Kalian kenapa sih sifatnya kayak anak kecil.. gitu aja berantem.
Kevin : Bukannya
berantem. Ini fakta, gue sama mia yang paling cocok..
Andin : Udah,,
udah.. semuanya cocok kok. Asalkan kita mau bersatu kayak dulu lagi. MiKe,
AdVi, AgDin, RiCha, WidDi, akan tetap satu selamanya..
Vita : Sipp..
Mia : Oke..
selamanya!
Widya : Inilah
gunanya sahabat, saling membantu dan membela satu sama lain. Mulai sekarang
udah nggak ada lagi angkara antara kita berenam..
Vita, Mia, Acha, Andin, Widya : ( bersamaan ) Janji sahabat, sahabat selamanya tak akan terpisahkan.
Ferdi, Kevin, Agus, Rival dan Adit : ( tersenyum ) Janji Cinta, cinta selamanya tak akan terpisahkan.
Ilustrasi suasana lagu”kenangan terindah” pun di
persengarkan dengan alunan gitar dari ferdi.
TAMAT
Tidak ada komentar:
Posting Komentar