Rabu, 07 Januari 2015

drama 3

JANJI SAHABAT 3
5 tahun kemudian,,

Pemeran
   Rafel Aferdi             Agus Kurniawan Fahremi             Dhana Aditya Stevano
    Kevin Willienard                Rivaldi Gravito           Fahri Dirawan         Daniel Sammi   
 Raisa Widya Avrilia           Azalia Safanah                    Mia Saputri Violi                 
Veranda Laudya Andini          Vita Angelina Rasya               Angelina Gallinova

5 tahun berlangsung sudah. Kehidupan di antara 6 sahabat itu mulai berubah. Begitupun dengan Ferdi, Agus, Adit, dan Rival. Semuanya berubah 90%. Mulai dari tanpannya sampai kehidupannya kini. Sekarang Ferdi sudah tunangan. Dan tunangannya itu adalah Angel, kembaran dari Dewi yang telah pergi lalu. Kebersamaan itu masih di kenang saat-saat dewi masih hidup. Tapi yang lebih mengagetkan lagi ternyata Angel itu saudara kembarnya Dewi.
Keprihatinan itulah yang membuat Ferdi semakin dekat dengan Angel selama ia di Amerika. Ternyata tanpa sepengetahuan dari mereka kedua orang tua dari Ferdi dan Dewi ternyata berencana untuk menjodohkan mereka. Akan tetapi kepergian dewi lah yang membuat Angel mendapatkan semuanya. Termasuk Ferdi.
Ferdi yang dulunya cinta mati sama Widya kini bukanlah Ferdi yang sekarang. Dia sudah berubah 180 derajat. Kemungkinan dia akan melupakan Widya. Cinta sejatinya dulu. Dan kemungkinan besar dia juga akan melupakan Agus. Temannya yang bawel itu. Kini Ferdi adalah cowok yang mulai tegar karena seusai kakinya kembali normal lagi, ia tampaknya melupakan kehidupannya. Dia lebih senang dengan dirinya sendiri dan Angel, tunangannya. Bagaimana keadaan Widya sekarang?
Lebih penasaran lagi apa lanjutannya!!!
Baca terus yuk,,


Di Universitas Jakarta. Ya, di situlah Ferdi melanjutkan sekolahnya. Kuliahnya cukup bagus. Dia akan berusaha mengejar mimpinya. Belum lagi rencananya ia akan tunangan. Dan yang terpenting baginya hanya masa depan, masa depan, dan masa depan. Ketika hal itu terus di pikirkan oleh Ferdi, keusahaannya dalam merubah semua hidupnya tanpa Widya adalah hal yang sulit bagi dia. Pandangannya, Widya sudah melupakan dia. Sedangkan Widya masih sangat menanti kedatangan Ferdi yang janji tidak kunjung datang. Itulah Ferdi. Kisah yang sekarang dia jalani sudah berubah dan bukanlah Ferdi yang dulu lagi.
Lantas bagaimana dengan Agus..
Agus melanjutkan sekolahnya di Universitas Bandung. Barengan sama Widya, Andin Vita, Mia dan Acha. Mereka semua juga satu jurusan. Agus memang paling setia. Tapi kemungkinan Rival dan Adit masih selalu bersama mereka.





ADEGAN 1 .

Di UNIVERSITAS JAKARTA
Ferdi       : ( menyapa teman-temannya ) Hi, guys. How is your news. Pleasantly meets again!!
Fahri       : Hai, Fer.. Wii, makin keren aja.
Daniel     : Ya, iyalah . Ferdi.. BTW gimana Angel . Jadi nggak !!
Ferdi       : Jadi apanya?
Daniel     : Ya tunanganlah..
Ferdi       : Oh, iya. Rencananya sih bulan depan. Tapi kita lihat waktulah. Entar gue juga undang lho semua deh,.
Fahri       : Asiikk tuh. Kalau pesta itu urusan gue. Gue pasti bantu kok.
Ferdi       : ( merangkul pundak Fahri ) Oke, bray..

            Mereka pun saling bercanda.. membicarakan tentang masa lalu mereka masing-masing.
            Daniel     : Eh, Fer.. Apa lho nggak kangen apa sama ,, sama siapa tuh masa lalu lho yang pernah lho cerita .
            Ferdi       : Widya. Udahlah, paling dia juga udah lupain gue.
            Fahri       : Ya nggak seharusnya lho ngomong gitu dong. Paling dulu kali. Siapa tahu dia masih sayang sama kamu.
            Ferdi       : Tapi gue udah nggak sayang sama dia. Udah, nggak usah bahas itu. Paling dia udah dapet pengganti gue kok.
            Daniel     : Oke..oke . Fine!!!
            Ferdi       : Gue pengen jalan nih. Kita keluar yuk. Jalan-jalan.
            Daniel dan Fahri      : Sippp!!!

            Mereka keluar dan menuju ke mobil Ferdi di tempat parkir. Sepertinya mereka akan pergi ke kafe langganan mereka bertiga.
Tapi sesaat setelah mereka sampai, tiba-tiba Ferdi di tabrak oleh seseorang. Baginya itu udah nggak asing lagi.
            Ferdi       : Woee.. hati-hati dong kalo jalan .. ( teriaknya sedikit kesal ) .
            Orang yang ferdi lihat di hadapannya seperti dia kenal. Ya, Andin..
            Ferdi       : Andin kan.. lho andin kan!!
            Andin      : Iya, gue Andin. Lho kenapa tahu nama gue..
            Ferdi       : Ya ampun , Din. Gue Ferdi. Temen lho dulu. Inget nggak!
            Andin      : Ferdi, Rafel Aferdi.
            Ferdi       : Iya..
            Andin      : Ya allah Fer. Seneng deh bisa ketemu di sini. Kamu makin ganteng aja.
            Ferdi       : bisa aja kamu, Din. Oh ya kamu ke sini sama siapa.
            Andin      : Tuh, sama Agus. ( menunjuk ke arah agus )
            Ferdi       : Hah, Agus. Itu agus. Berubah banget dia. Makin item aja. Masih nih, Din..
            Andin      : Alhamdulillah, masih bertahan kok. Kamu aja tuh yang ganti lagi. Kasihan tahu nggak widya.
            Ferdi       : Woe, Aguss.. sini lho ( memanggil Agus yang tampaknya kebingunan )
            Agus       : Saya.. ( melihat sekelilingnya )
            Ferdi       : Iya, ini gue Ferdi . buruan sini..
Agus       : Ferdi. Lho ternyata masih hidup ya,. ( langsung memeluk Ferdi ) Ya, gue kira lho udah mati. Ternyata lho masih   hidup. Kurus kerempeng lagi. Sabar ya Fer ( tersenyum geli )
Ferdi       : ( melepaskan pelukan Agus ) Apa sih lho. Hina ya,.
Agus       : Bercanda kok, Fer. Hehehehe..
Ferdi       : Ya udah.. kita ngomong dulu yuk, masa lalu..

Mereka pun berbicara seserius mungkin. Namun sesekali bercanda. Kebersamaan yang pernah mereka rasakan kini seperti terulang kembali.
Ferdi       : Oh ya, kenalin, ini Daniel dan Fahri. Temen gue . ( mengenalkan daniel dan fahri ke agus dan andin )
Agus       : dapet temen baru, lupain temen lama..
Ferdi       : Nggak juga kali, Gus.. lho tuh temen gue yang paling perfect. Gue nggak bakal pernah kok lupain lho. Lagian gimana bisa sih gue lupain orang yang namanya AGUS. Apaan tuh istilanya dulu,, AGUS. Anak Ganteng Unyu tapi Sial. Itu kan , Gus. ( tersenyum meledek agus )
Agus       : Okelah.. gue terima kok di hina ( sedikit kesal )
Andin      : Ihh, marah.. udahlah, Gus. Meskipun lho itu selalu sial. Tapi lho keren kok. Sekeren hati lho..
Ferdi       : Ciyye,, gombal lho, Din. Agus ya tetap agus. Bukan yang lain kan..

Mereka saling bercanda dan tertawa. Hingga tiba Ferdi masuk ke inti pembicaraan.
Ferdi       : Hm,. Sebenernya gue mau ngomong sesuatu sama kalian. dan itu penting  buat gue. Semoga kalian bisa terima ya..
Andin      : apa?? Sepenting itu ya..
Ferdi       : banget lagi.. ( menarik nafas sesaat ) sebenernya gue bakal tunangan, dan itu sama Angel. Kalian ingat kan, orang yang mirip sama Dewi .
Andin dan Agus : ( bersamaan ) Apa??? Serius lho, Fer..
Andin      : ( berdiri di hadapan Ferdi ) Secepat itu ya, Fer. Jadi selama ini lho anggap Widya apaan. Lho Cuma jadiin widya pelampiasan buat lho. Gue nggak habis pikir. Tega ya lho nyakitin perasaan sahabat gue. Kalo sampai widya tahu. Lho bakal nyesel , Fer. Dan satu hal lagi, jujur gue nyesel pernah kenal sama lho. ( langsung pergi meninggalkan mereka )
Agus       : Din,, Andin.. ( memanggil andin ) . Ah, lho sih Fer. Sekarang lho bikin cewek gue marah. Cowok apaan sih lho. Gue cabut dulu .. ( menyusul andin )
Ferdi       : Gus, pliss dengerin gue dulu . ( teriaknya )
Agus       : ( balik menatap ferdi ) apa lagi yang mau di jelasin. Semuanya udah jelas. Lho tuh penghianat tahu nggak!!

Andin dan Agus pergi meninggalkan mereka bertiga.
Daniel     : udahlah, Fer. Temen apaan sih tuh. Bikin kesel tau nggak.
Fahri       : Santai aja kali, Fer. Kan masih ada kita disini.
Ferdi       : ( masih diam sesaat ) Gue harus nyusul mereka .

Ferdi menyusul agus dan andin. Fahri dan daniel mencoba menahannya, tapi ferdi tetap memaksa. Akhirnya ferdi tiba di tempat andin. Sesaat ia bingung karena melihat andin duduk bersama 4 perempuan yang cukup asing baginya.
Ferdi       : ( mengahmpiri andin ) Din,. Gue mau jelasin semuanya.
Andin      : ( beranjak dari tempat duduknya ) apa lagi sih yang mau lho jelasin. Sekarang juga lho pergi dari sini. Fer, denger ya, gue nggak suka lho nyakitin widya. Gue bilang sekali lagi. Pergi nggak lho.. ( mengusir ferdi )

Widya, Vita, Mia dan Acha yang tadinya duduk di samping andin ikut beranjak dari tempat duduknya.
Widya      : Tunggu, Din. Tadi lho bilang apa barusan. Lho nggak mau cowok ini nyakitin perasaan gue. Emeng dia siapa, Din.. ( tanyanya penasaran )
Vita        : ( ikut menyahut ) Terus tadi lho juga manggil dia Fer. Ferdi ya..
Ferdi       : Iya.. gue ferdi . Salam. Seneng ketemu kalian. ( mengulurkan tangannya )
Mia        : ( menghalangi tangan ferdi dan menghindarkannya ) Eh, denger ya Fer. Lho balik ke sini buat cerita kalo lho kepengen tunangan kan. Udahlah nggak penting. Sekarang lho pergi. Atau lho mau gue tonjok. Berani lho lawan gue. Pergi sana .
Ferdi       : Dengerin gue dulu.. gue ke sini emeng mau kasi tau kalian. Tapi itu bukan maksud gue buat nyakitin widya.     ( memegang tangan widya ) Wid, maafin gue ya, selama ini gue nggak pernah ngasi kabar. Itu karena gue baru aja balik dari Amerika.
Widya      : ( melepaskan tangan ferdi ) Nggak papa kok, Fer. Gue juga ikhlas kok. Gue relain lho kalo lho emeng cinta sama angel ( meneteskan air matanya perlahan )
Acha       : Sakit ya, Wid. Udah yang sabar ya..
Andin      : Fer, gue tau lho tuh masih cinta kan sama Widya. Gue bisa lihat dari tatapan mata lho. Raut wajah lho tuh masih nyimpan perasaan kan sama widya. Jujur aja, Fer..
Ferdi       : Iya, jujur aku tuh sayang banget sama kamu Wid. Tapi aku nurutin kemauan orang tua aku. Maaf ya.. ( beranjak pergi )
Mia        : Fer, kalau lho cinta ama widya. Pertahanin. Jangan pernah lho sia-siain cinta lho. Karena cinta itu bukan karena terpaksa . cinta datangnya dari hati. ( teriaknya untuk ferdi )
Ferdi       : ( melirik Mia sesaat dan berbalik mengacukan jempolnya ) Suatu saat nanti, gue akan kembali buat lho, Widya.

Ferdi pergi dengan senyuman tipis membara di wajahnya yang tampan itu. Balum lagi hari berganti hari berita pertunangan Ferdi dengan angel akan berlangsung. Suasana rumah Ferdi ramai. Tapi kenapa di hari bahagia bitu ferdi malah kepikiran sama widya. Firasatnya selalu tidak enal. Ferdi melihat sekelilingnya. Tampaknya widya dan teman-temannya tidak ada di pesta itu.

Ferdi       : widya kok nggak dateng ya.. ( sedikit panik )
Fahri       : ( menghampiri ferdi ) Fer, acaranya udah mau mulai tuh. Buruan masuk.

Acara akan berlangsung. Ferdi masih merasakan hal buruk di pestanya. Sesaat dia berpikir pesta itu akan batal. Ternyata firasatnya benar. Ferdi membatalkan pestanya sendiri dan mengejar cinta widya kembali.
Ferdi       : pesta ini gue batalin. Gue nggak mau tunangan sama angel. ( membuang cincin tuangannya dan berlari keluar )
Angel      : ( menahan ferdi ) Lho mau kemana Fer. Pertunangan ini harus lanjut.
Ferdi       : ( melepaskan genggaman angel ) gue nggak mau tunangan sama lho.
Angel      : Fer, Ferdi.. ( sahutnya ketika ferdi keluar berlari entah kemana )

Ferdi mengahampiri widya kerumahnya. Tapi widya tidak ada. Akhirnya di menelpon andin dan ternyata mereka di rumah Acha.
            Ferdi       : ( mengetuk pintu ) Assalamu alaikum..
            Mia        : ( membuka pintu ) Walaikum salam.. eh, Ferdi. Bukannya lho tunangan. Kok lho bisa ada di sini.
            Ferdi       : Gue harus ketemu widya. Pliss, Mia. Widya mana..
            Vita        : ( datang bersama andin, acha dan widya ) Ferdi..
            Andin      : Bukannya lho mau tunangan..
            Acha       : kenapa lho bisa di sini.
Ferdi       : ( menggenggam tangan widya ) Wid, gue mau Cuma lho yang ngisi hidup gue. Cuma lho yang bakal jadi pendamping hidup gue. Dari kecil kita selalu bareng dan sampai sekarang tuhan mempertemukan kita buat saling melengkapi. Gue sayang sama lho, Wid. Lho adalah cinta pertama dan terakhir buat gue. Karena gue sadar nggak ada lagi orang yang bisa gantiin lho di hati gue. I Love You Widya..
Widya      : I Love You To ..
Vita, Mia, Acha, dan Andin : Ciyyee.. emeng ya jodoh nggak kemana.. ( sahut mereka bersamaan )

Belum beberapa saat mereka berbincang-bincang, tiba-tiba terdengar suara klakson mobil. Dan ternyata Adit kakaknya andin.
Adit        : ( turun dari mobil ) Din, pulang yuk.. papa suruh jemput nih. Takutnya nanti lho hilang lagi..
Andin      : Bentaran aja deh, Kak.. masih kepingin nih di rumahnya acha ( sedikit melirik vita ) . btw, kakak nggak kangen ya sama Vita..
Vita        : apaan sih, Din..
Acha       : Andin bercanda kelewatan..
Adit        : ( menghampiri mereka ) Siapa bilang gue nggak kangen. Gue kangen kok. Sekangen-kengennya. ( berbicara tegas lalu tersenyum )

Tiba-tiba
“ Ciuzz nih.. Miapa coba!!!”
Ferdi       : Agus, Rival, kevin. kalian dateng.
Acha       : Iyalah. Nggak mungkin rival lupa sama princcesnya.. ( tersenyum lirih )
Andin      : Ye,, gue juga kali..
Mia        : Ihh, apalagi gue. Kevin is the best..
Widya      : ( sedikit bercanda ) pertandingan ya,, tadi ngebahas Vita sama Adit, sekarang kalian bertiga bersaing cowok. Nggak capek apa..
Adit        : ( memegang tangan vita ) Emeng tuh sih Andin. Kalo kata papa mau di ikutin, “ din jangan pacaran ya”. Eh, kakaknya yang bilang malah di lawan..
Andin      : hmm.. ( mencubit tangan adit ) Apaan sih kak, bikin malu aja..
Kevin      : Oke.. jadi ceritanya siapa yang menang nih. Gue sama Mia kan..
Rival       : Enak aja lho. Jelas gue lah sama Acha. Pasangan paling keren.
Agus       : Mantep tuh.. tapi kayaknya yang pas gue deh sama Andin.. Iya kan.. Iya aja deh!!
Adit        : Masih ada yang nantang. Nggak ada kan yang bisa ngalain AdVi. Pas 99,9%
Ferdi       : 1% nya mana. Hilang..( sedikit tertawa ) Lihat gue dong.. Full 100% Oke!! Iya nggak Say, ( melirik widya )
Widya      : ( hanya tersenyum ) Udah deh, semuanya cocok kok. Kalian kenapa sih sifatnya kayak anak kecil.. gitu aja berantem.
Kevin      : Bukannya berantem. Ini fakta, gue sama mia yang paling cocok..
Andin      : Udah,, udah.. semuanya cocok kok. Asalkan kita mau bersatu kayak dulu lagi. MiKe, AdVi, AgDin, RiCha, WidDi, akan tetap satu selamanya..
Vita        : Sipp..
Mia        : Oke.. selamanya!
Widya      : Inilah gunanya sahabat, saling membantu dan membela satu sama lain. Mulai sekarang udah nggak ada lagi angkara antara kita berenam..
Vita, Mia, Acha, Andin, Widya : ( bersamaan ) Janji sahabat, sahabat selamanya tak akan terpisahkan.
Ferdi, Kevin, Agus, Rival dan Adit : ( tersenyum ) Janji Cinta, cinta selamanya tak akan terpisahkan.

Ilustrasi suasana lagu”kenangan terindah” pun di persengarkan dengan alunan gitar dari ferdi.

TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar