Selasa, 06 Januari 2015

drama





JANJI SAHABAT
Six Real Friends
Pemeran / tokoh       :

Rafel  Aferdi . Akrab di panggil Ferdi. Cowok ganteng,tajir,cool,pintar,baik,penyayang,tegas dan bermutitalenta pada alat musik seperti gitar,drum,dan keyboard. Banyak cewek yang suka sama dia. Pacarnya Ferdi namanya Widya . Di sekolahnya dia sebagai Ketua kelas IX C sekaligus Ketua Osis.

Agus Kurniawan Fahremi. Agus cowok yang keras kepala,banyak omong,sok tau,dan pemaaf. Ganteng,tajir,cool,dan yang pastinya beda 11-12 sama Ferdi. Anak kepala sekolah sekaligus teman akrab Ferdi. Siswa kelas IX C yang sekarang suka sama Dewi .

Raissa Widya  Avrilia . Sapaannya Widya. Cantik,baik,pemaaf,pintar,tapi agak keras kepala.  Widya ini pacarnya Ferdi. Siswa kelas IX A. Pernah membentuk nama grup persahabatan yaitu Six Real Friends.

Dewi Anidya Syfa. Sering di panggil Dewi. Cantik,baik,murah hati,pintar,dan suka sama Ferdi. Siswa kelas IX B. Anggotanya juga Six Real Friends.

Vita Angelina Rasya. Panggilannya Vita. Cantik,baik,pintar,pemaaf,dan agak sensitif. Satu kelas sama Ferdi.Anggota Six Real Friends.


Veranda Laudya Andini. Sering di sapa Andin. Baik,pintar,cantik,dan juga sensitif. Satu kelas sama Widya. Pernah pacaran sama Agus 2 tahun sebelum terbentuknya Six Real Friends tapi putus dua bulan setelah dia masuk jadi anggota Six Real Friends.

Mia Saputri violi. Akrab di sapa Mia. Cantik,baik,pintar, keras kepala dan agak tomboy. Satu kelas sama Dewi. Anggota Six Real Friends.

Azalia Safanah . Sering di panggil Acha. Namanya nggak nyambung ya. Tapi biarpun nggak nyambung tetap aja Acha yang cantik,baik,pintar, dan rendah hati.Satu kelas juga sama Widya. Sekarang dia jadi waketos di sekolahnya. Waketos sama artinya dengan wakil ketua Osis. Juga sebagai anggota Six Real Friends.

Kevin Willienard.  Akrab di sapa Kevin. Pindahan dari Australia. Kevin di sekolah barunya jadi rebutan para cewek. Faktanya selain ganteng,tajir,cool,pintar,unyu dan sikapnya itu relatif tinggi. Agak sombong dan keras kepala. Tapi Kevin ini sukanya sama Widya. Katanya di sekolahan itu Cuma Widya cewek yang paling cantik di mata dia.
Dhana Aditya Stevano. Akrab di panggil Adit. Tapi sering juga di panggil Dhana. Cowok ganteng, tajir, cool, pintar dan sensitif. Pernah pacaran sama Vita 2 tahun yang lalu. Tapi putus setelah terbentuknya Six Real Friends. Sekarang satu sekolah dengan Vita. Saudaraan sama Andin.

Rivaldi Grafito . Sapaannya Rival. Ganteng, Pintar, tapi keras kepala. Sifat jahatnya sering muncul. Pernah pacaran sama Acha sebelum terbentuknya Six Real Friends.    

Kirana Fitriani. Akrabnya Kirana. Bawel, pemarah dan suka mengganggu. Cewek yang selalu mengejar Adit.



Ilustrasi Suasana  :  Menyenangkan , sedih , rusuh , gembira , duka , dan kepedihan

Cerita Awal     : Di SMP IDOLA JAYA itu suasananya menyenangkan. Makanya banyak anak kalangan remaja yang sekolah di sana . Namanya saja IDOLA kalau di sambung JAYA pasti artinya sekolah teridola dan penuh kejayaan . Di antara semua siswa terdapat beberapa kalangan cowok cewek yang pastinya jadi populeran di sekolah itu. Utamanya cowok yang bernama Ferdi. Itulah cowok paling populer di sana. Selain jabatannya sebagai ketua osis dia juga pacaran sama cewek yang namanya Widya. Paling cantik dan jadi rebutan juga di sekolah itu. Dilihat dari jauh maupun dekat mereka memang cocok. Ferdi temenan sama Agus anak kepala sekolah itu.Agus juga punya pacar,namanya Andin. Mereka jadian tanggal 12/09/10 waktu masih kelas VII. Ferdi dan Widya jadian tanggal 10/10/10. Tanggal jadiannya bagus kan. Dan sampai sekarang mereka belum putus. Widya sahabatan sama Andin,Vita,Acha,Dewi,dan Mia. Nama grup mereka Six Real Friends. Karena adanya grup itu yang beraturan tidak ada yang boleh pacaran di antara mereka berenam, akhirnya Agus sama Andin putus. Vita yang dulunya pacaran sama Adit juga putus. Acha sama Rival dan Mia sama Reza semuanya putus. Hanya saja Widya yang tak mau mengalah saat itu dan akhirnya di beri kesempatan untuk tetap sama Ferdi. Namun kesalahpahaman Widya pada Dewi hampir merusak persahabatan mereka berenam. Kematian Dewi juga membawa penyesalan bagi Widya dan kedatangan siswa baru pindahan dari Australia membuat Widya hampir melepaskan Ferdi.











PART 1

 Waktu terus berjalan, kelas IX C hanya menikmati kerusuhan di dalam kelasnya. Pak Amir guru fisika tidak sempat masuk karena kesibukannya. Hanya ketua kelas yang harus mengatur teman-temannya. Masih terasa jam Pertama belum berlalu. Suasana kerusuhan itu berubah saat terdengar suara teriakan dari luar. Seluruh anak-anak kelas IX C keluar. Namun sebelum mereka keluar sudah ada yang menegur.

Ferdi       : ( menghentakkan kakinya dengan tegas ) Tunggu!! Untuk apa kalian keluar, disini bukan tempat untuk berkeliaran. Kalian fikir ini rumah kalian. Ini itu sekolah bukan tempat seenaknya kita berbuat. Biar saya yang keluar untuk memastikan semuanya.
Agus       : ( sambil merangkul Ferdi ) Fer, aku ikut.
Ferdi       : Ayo, Gus .
Sebelum mereka keluar, sudah ada yang menghalangi lebih dulu yaitu Vita dan Mia.
Vita        : Ferdi . Kamu jangan keluar, kalau nggak bisa-bisa suasananya malah tambah rusuh
Ferdi       : Memangnya ada apa, Vit.
Vita        : Aku nggak bisa jelasin sekarang, tapi kali ini kamu harus nurutin aku. Pliss Fer.
Agus       : Udah Fer, kita keluar saja. Pasti dia Cuma nakutin kamu
Vita        : Apa sih kamu Gus, aku serius. Kalau kalian keluar,itu juga bahaya untuk Ferdi           ( ucapnya agak kesal )
Agus       : Ehh., cewek itu emang banyak omong ya.!!
Mia        : Apa kamu bilang? ( kesal dan hampir menonjok Agus )
Ferdi       : ( mencegah tangan Mia yang hampir menonjok Agus ) Udah. Sekarang kamu jelasin ke aku Vit. Sebenarnya di luar ada apa sih.
Mia        : Gini Fer, tadi di luar aku sam..
Kata-kata mia terpotong saat Acha dan Andin berlari masuk ke kelas dengan tergesa-gesa.
Andin      : Fer, gawat. Di luar... ( ucapnya tergesa-gesa )
Ferdi       : Ada apa sih. Kalian tarik nafas dulu dong baru bicara.
Acha       : ( sambil tarik nafas ) Oke. Jadi gini, tadi aku sama Andin habis lihat Widya sama Dewi bertengkar. Dan mereka itu bertengkar Cuma gara-gara kamu, Fer.
Ferdi       : Kenapa harus aku. Memangnya aku punya salah sama mereka.
Andin      : Iya, Fer. Mereka bertengkar karena mereka ternyata suka sama kamu, tapi itu nggak bisa di biarin kan, Fer.
Vita        : Benar. Kita harus cegah mereka . Jangan sampai persahabatan kita selama ini hancur hanya karena hal seperti ini.
Agus       : Cuma gara-gara cinta. Dasar cewek ya, cinta Cuma satu malah di rebutin. Kasihan kamu, Fer. ( menepuk pundak Ferdi )
Mereka kompak ( Acha, Andin, Mia, Vita, Ferdi )        : Diam kamu, Gus.
Agus       : ( kaget ) Jangan marah ya. Kan aku Cuma bercanda.
Vita        : Bercanda ya bercanda Gus, tapi jangan ngeremehin cewek juga dong.!!
Ferdi       : Udah, sekarang kita keluar.
Mereka keluar. Di ambang pintu masih tampak kerusuhan di antara kelas IX A dan IX B.
Widya      : Ehh , Dewi. Ferdi itu pacar aku. Kamu nggak usah ya seenaknya ambil dia gitu aja.
Dewi       : kamu jangan salah paham dulu, Wid. Aku nggak bermaksud nyakitin kamu. Aku deketin Ferdi itu Cuma sekedar teman,nggak lebih kok.
Widya      : Sekarang aku nggak bisa percaya kata-kata kamu. Kamu itu Cuma penghianat.
Dewi       : Wid.. kamu ini kenapa sih. Kamu tolong ngertiin aku. Aku juga nggak bermaksud deketin Ferdi Cuma buat nyakitin kamu. Kamu dengerin penjelasaan aku dulu. ( sedikit menangis )
Widya      : Apa lagi yang perlu di jelaskan. Itu semua udah jelas. Mata aku ini nggak buta. Kamu kan yang sengaja peluk Ferdi di samping kantin sekolah.
Dewi       : Tapi kamu jangan salah paham dulu. Semua itu bukan karena aku mau bikin kamu cemburu . A.a.Ku, aku peluk Ferdi karena waktu itu aku nggak suka kalau kamu pacaran sama dia. Tapi ternyata Ferdi itu lebih sayang sama kamu, bukan aku Wid.
Widya      : Alasan.. bilang aja kalau kamu mau jadi pacarnya Ferdi dan merusak hubungan aku sama dia . Dasar, cewek nggak..
            Belum sempat Widya melanjutkan pembicaraannya. Vita, Mia, Acha dan Andin terlebih dahulu masuk dan menegur mereka.
Vita        : Widya , Dewi. Kalian jangan bertengkar. Ini Cuma masalah kecil. Kita bisa kan menyelesaikan semua masalah ini.
Acha       : Iya. Apa kalian mau merusak persahabatan kita yang telah terjalin sejak dua tahun yang lalu. Kalian ingat kan janji seorang sahabat.
Mia        : Pasti kalian ingat. Kata Six Real Friends. Itu ungkapan kita saat-saat kebersamaan. Iya kan. Dan kata-kata itu kamu yang buat kan, Wid.
Widya      : Iya. Tapi aku juga sakit temen-temen. Apa aku harus ngerelain Ferdi Cuma untuk Dewi. Nggak kan.
Andin      : Tapi kamu juga harus tau Wid. Kita ini sahabatan. Nggak mungkin ada kata berpisah. Merasakan duka bersama,suka maupun bersenang-senang.
Widya      : Tapi Din.,
Acha       : Setiap yang kita lakukan itu selalu bersama. Dan setiap kata yang kita ucapkan itu adalah janji. Itu yang pernah kamu ungkapkan Wid. Diantara kita nggak ada yang boleh pacaran. Tapi kita semua masih memberi kamu kesempatan Wid, untuk milikin Ferdi.
Mia        : Jujur. Kita nggak suka kalau kalian itu bertengkar Cuma gara-gara cowok. Dan cowok itu Ferdi, ketua Osis kita.
Ferdi dan agus yang masih di luar tadi mendengar perkataan mereka kini telah masuk ke kelas IX A. 
Ferdi       : Mereka benar. Widya, sahabat kamu itu lebih penting dari pada aku. Kalian itu tetap sahabat selamanya. Dan aku Wid,aku tetap sayang sama kamu. Dewi itu Cuma sekedar teman dekat aku. Jadi kamu nggak usah khawatir.
Dewi       : Benar Wid, aku memang suka sama Ferdi. Tapi setelah aku ingat janji kita dulu,aku jadi sadar kalau persahabatan itu lebih penting dari segalanya.
Widya      : Aku belum bisa percaya kata-kata kamu Wi. Tapi suatu saat nanti kamu akan tau rasa sakit yang sebenarnya bila harus di tinggal seseorang yang kita sayangi.
Widya pergi dengan wajah yang sedih sambil meneteskan air matanya . Di kerumunan itu Andin,Acha dan Ferdi langsung mengejar Widya. Sedangkan Vita dan Mia menghibur Dewi. Agus yang melihat kejadian itu hanya bersiul-siul seperti tidak ada sedikit pun rasa iba baginya.
Agus       : Well.. Cinta memeng susah. Bikin repot. Makanya Wi. Kalau Ferdi nggak butuh kamu lebih baik kamu sama aku ya. Kan aku sama Ferdi Cuma beda 11-12 lah. Iya nggak.
Mia        : Agus... orang lagi sedih malah di buat tambah sedih. Kalau kamu mau cari pacar nanti di kandang kambing tuh, banyak yang betina. Cocok banget buat kamu.
Vita        : Udah, kenapa sih kalian malah bertengkar. Harusnya tuh kalian hibur Dewi. Bukan malah membuat suasananya tambah rusuh. Ayo Wi, sekarang kita ke kelas.
Agus       : Ya.. ya.. ya. Tapi kenapa Cuma Dewi sama Mia yang di ajak. Aku juga dong. Kan aku ini anak kepala sekolah sekaligus cowok ganteng yang paling cool di sekolah ini.
Vita dan Mia tersenyum melihat tingkah Agus yang karuan itu.
Mia        : Hmm.. terus Gue harus bilang Wow gitu.
Vita        : Gus,.gus.. kamu itu ya,.!!!
 Agus      : Namanya juga Agus. Anak Ganteng Unyu tapi Sial. ( Sambil terseyum tipis )
Mia        : ( Sedikit emosi ) Emang ya, agus itu anak sial.
Mereka pun tertawa riang sambil menuju ke kelas mereka. Di samping itu Ferdi, Acha, dan Andin terus mengejar Widya dan menghiburnya.
Ferdi       : ( mengejar Widya dan berhasil menangkap tanganya ) Wid, Tunggu . kamu jangan marah. Semua itu bukan salah kamu dan juga bukan salah Dewi. Aku yang peluk Dewi, bukan Dewi yang peluk aku. Pliss kamu jangan marah ya sayang.
Widya      : ( menangis terisak-isak ) Ta..tapi i ni me,.memeng kenyataannya kan Fer.
Ferdi       : Kenyataan apa?. Nggak Wid. Kenyataan yang sebenarnya aku tuh sayang sama kamu. Kamu itu malaikat hidup aku. Kamu yang selalu ada di samping aku. Aku nggak bisa lupain kamu .
Acha       : Benar Wid. Kalau kamu sedih kita pasti juga ikut sedih.
Andin      : ( sambil mengelus rambut Widya ) Kamu adalah kebanggaan kita semua, dan kamu adalah penyemangat hidup kita. Jangan sampai persahabatan kita semua hancur hanya karena hal seperti ini.
Ferdi       : Jujur Wid. Aku masih ingin bertahan sama kamu. Tapi takdir yang suatu saat akan memisahkan kita. ( batin Ferdi )
Acha       : Sekarang kita ke kelas ya Wid.
Widya      : Iya..
Di kelas ternyata masih rusuh. Masih banyak siswa yang teriak-teriakan. Karena sudah hampir jam pulang, Ferdi yang langsung masuk menegur semua siswa yang ada di kelas. Namun sebelum Ferdi berbicara terlebih dahulu Agus menarik tangannya.
Agus       : Udah yuk Fer. Kita pulang.
Ferdi       : ( hanya mengikuti Agus )
            Besoknya suasana sekolah sangat rusuh,sepertinya ada sesuatu yang di kagumi semua siswa. Melihat hal itu Vita langsung menuju tempat semua siswa berkerumunan .
Vita        : Ada apa sih ( sambil mencari jalan untuk melihat siapa yang ada dalam kerumunan itu ). Ohh.. ternyata ada anak baru ya.
Vita mencoba berkenalan dengan anak baru itu. Yang ternyata namanya Kevin.
Vita        : Hai, anak baru ya.
Kevin      : So..
Vita        : Boleh tau namanya ( sambil mengulurkan tangannya )
Kevin      : Kevin Willienard
Vita        : Oh ya, aku Vita. Pindahan dari mana
Kevin      : Pliss. Dont bother me.
Vita        : Memeng apa salahnya aku bertanya.
Kevin      : ( melirik Widya yang berdiri di dekat Andin dan Acha ). That women of its name whom?
Vita        : ( mengerti apa yang di ucapkan Kevin ). Ohh.. itu namanya Widya. Dia memang cantik, kalau di lihat dia itu cewek paling cantik di sekolahan ini. But she have had girlfriend.
Kevin      : Wait to defin with him. Its oky...!!! ( beranjak pergi )
Vita        : Sip.!!!
Berlari menuju ke tempat Widya.
Vita        : Wid. There which will get ecquainted with you.
Widya      : Siapa??
Andin      : Vit,. Jangan bilang kamu tadi ada di kerumunan itu.
Vita        : Iya guys. Tadi aku memang ada di situ. Dan bagusnya lagi, disana ada cowok keren, perfec deh pokoknya. Namanya kevin,dia yang mau kenalan sama kamu Wid.
Ferdi       : ( tiba-tiba datang ). Dan kamu mau menghasut Widya untuk dekat sama cowok itu.
Widya      : Ferdi..
Vita        : Fer, kamu kenapa sih. Aku Cuma kasi tau Widya. Nggak mungkin aku nyuruh dia dekat sama cowok lain selain kamu.
Ferdi       : Hmm.. tuh si Kevin ( menunjuk kevin dari belakang )
Kevin      : Lho semua nggak usah kawatir. Gue sama Ferdi kenalan udah lama. Tapi kalau buat cewek cantik ini itu suprise buat gue ( mengelilingi Widya ).
Ferdi       : ( menonjok Kevin ). Kamu jangan macam-macam sama Widya. Jangan bilang kalau kamu suka sama dia, iya kan.
Kevin      : ( berusaha berdiri ) So.. kalau iya emeng kenapa. Masalah..
Ferdi       : iyalah masalah buat aku. Jangan seenaknya ya jadi orang.
Widya      : Udah.. udah,. Kalian kenapa sih bertengkar kayak gini.
Agus       : ( datang mendekati Ferdi ).  Fer, aku cari dari tadi ternyata kamu ada di sini.
Andin      : Sekarang kalian bubar. Kamu juga Fer, udah tau ketua osis, harusnya kamu kasi contoh yang baik. Apalagi sama siswa baru.
Ferdi       : Awas kalau macam-macam lagi. ( mengancam Kevin )
Mereka kembali ke kelas masing-masing. Jam istirahat Widya,Acha dan Andin sedang duduk di taman. Di temani Kevin yang ternyata siswa kelas IX A.Vita langsung menghampiri Acha dan Andin yang sedang duduk dengan Widya di bangku taman sekolah.
Vita        : Din, Cha, Wid.. ( berlari tergesa-gesa )
Acha       : Ada apa sih Vit? Pakai teriak-teriak segala.
Andin      : Iya nih. Bikin bingun aja.
Vita        : Aduh.. gawat nih. Tadi aku denger sama anak kelas IX B kalau Dewi masuk rumah sakit.
Acha,Andin,Widya     : ( bersamaan ) Apa? Masuk rumah sakit.
Widya      : Kok bisa.
Vita        : itu dia. Aku juga nggak tau. Tapi yang jelas dia sekarang ada di rumah sakit sejahtera. Kita harus ke sana.
Andin      : Iya,. Tapi sebelumnya kita kasi tau Mia dulu.
Tiba-tiba..
Mia        : Nggak perlu kasih tau. Tadi aku udah dengar kok. Sekarang juga kita pergi.
Kevin      : Tunggu.. ini sebenernya ada apaan sih. Bikin bingun gue aja.
Vita        : Aduh Vin, kamu nggak ngerti deh. Teman kita itu masuk rumah sakit. Jadi kita harus ke sana.
Kevin      : Kita.. lho aja kali.
Mia        : Ehhh... kamu anak baru ya, jangan so’ tau dong. Mentang-mentang pindahan dari Australia udah bertindak seenaknya.
Kevin      : ( beranjak pergi ).  Oh, No..
Vita        : Yuk, sekarang kita pergi.
            Di rumah sakit mereka terlihat panik di depan ruang UGD. Ferdi dan Agus juga sudah datang. Yang tadinya suasana terasa hening kini telah berubah kerena dokter telah keluar.
Vita        : Dok,. Gimana keadaan teman kami dok.
Dokter     : Sebelumnya tadi kalian di panggil sama Dewi. Jadi nanti biar dia yang menjelaskan. Saya permisi dulu.
Ferdi       : Dokter. Dia baik-baik saja kan.
Dokter     : ( tersenyum lirih ) Ya. Begitulah.
            Mereka pun masuk ke ruang UGD dan melihat Dewi terbaring tak berdaya.
Mia        : Dewi..
Dewi       : ( sedikit tersenyum ) Kalian datang dan ini saatnya aku bilang sama kalian yang sebenarnya.
Andin      : yang sebenarnya. Maksud kamu apa Wi.
Dewi       : Widya, Ferdi dan semuanya ( sambil menyatukan tangan Widya dan Ferdi ) Kalian tau nggak, waktu aku tidak banyak. Aku Cuma bisa berterima kasih sama kalian karena selama ini kalian udah bisa menerima aku jadi sahabat kalian. Meskipun waktu ku singkat tapi aku masih bisa minta maaf sama kamu Wid. Mungkin aku pernah nyakitin kamu. Tapi kamu jangan pernah ya benci sama aku. ( suaranya menjadi paruh ).
Widya      : maksud kamu apa Wi.
Dewi       : Mungkin ini yang terakhir kalinya untuk kita bersama. Tapi ini bukan yang terakhir untuk persahabatan kita. Jangan lupain aku ya teman-teman. Jujur selama ini aku menderita penyakit leokimia stadium akhir. Maaf kalau aku baru bilang sekarang.
Mereka semua kaget.
Vita        : Apa? Kamu kenapa sembunyiin ini dari kita semua Wi ( menangis )
Dewi       : itu karena aku nggak mau nyusahin kalian. Aku Cuma mau pergi dengan tenang tanpa kebencian dari kalian. Itu sebabnya aku minta maaf sama kamu Wid.
Widya      : ( menangis perlahan ) Dewi, Aku udah maafin kamu . kamu jangan pergi ya. Kamu harus bertahan. Aku janji akan ngeralain Ferdi Cuma untuk kamu. Dewi seorang.
Dewi       : Nggak Wid,.nggak. aku udah nggak bisa bertahan lagi .
Acha       : Cukup.. Wi, kita tetap sahabat. Kita nggak akan lupain kamu.
Mia        : Benar. Kamu akan selalu ada di hati kami.
Dewi       : makasih friend. Kalian memang baik. Segalanya untukku. Ferdi, jaga Widya ya. Aku senang kalau kalian bisa menyatu.  
Widya      : Makasih ya Dewi. Kamu memang sahabat aku yang paling baik. Thank you Friend.      ( memeluk Dewi )
Agus       : Nah , gitu dong. Ini baru namanya sahabat.
Mia        : Tumben kamu ngerti, Gus.
Vita        : Agus yang dulu beda ya sama Agus yang sekarang. Waktu masih pacaran sama Andin.
Ferdi       : Iyalah. Agus sekarang bukannya tambah ganteng tapi tambah jelek. Terus bukannya tambah pintar tapi tambah bodoh, kayak kambing tau nggak.
Agus       : Apa sih kalian..
Andin      : Kalau emang itu kenyataannya kenapa harus malu sih Gus.

Mereka tertawa riang. Dan di sisi lain Ferdi menarik tangan Agus untuk keluar agar persahabatan antara mereka bisa selalu merangkul kebahagiaan dan kedamaian.
Widya      : Sekarang kita masih best friend kan.
Mia        : Iya dong. Sahabat selamanya, nggak akan berpisah.
Vita        : Janji sahabat masih ingat kan.
Mia        : Ya jelas. Iya kan.
Andin      : Meskipun badai menerpa dan apapun yang terjadi kita akan selalu bersama selamanya. Oke friend.
Mereka kompak       : Yes. Six Real Friends, Friend forever. Akan selalu ada dan bersama untuk selamanya.
Tawa kenangan yang selalu girang di hati mereka tidak pernah berhenti mengayunkan nada kaindahan. Dan akhirnya mereka pun kembali menyatu menjadi sahabat sejati selamanya. Ferdi dan Agus lalu masuk kembali sambil membawa gitar.
Dewi       : Fer, lagu kenangan terindah masih hafal kan ( masih dengan suara yang paruh )
Ferdi       : kenapa nggak.
Dewi       : Ya udah, sekarang kamu nyanyi ya buat yang terakhir kalinya untuk aku dan semuanya.
Ferdi       : tapi kalian semua ikut ya.
Mereka kompak                   : Pasti..

Mereka pun bernyanyi dengan alunan gitar dari Ferdi. “ Kenangan Terindah” lagu yang mereka nyanyikan. Dan tepat setelah lagunya selesai, Dewi sudah memejamkan matanya. Mereka semua menangis di hadapan Dewi yang sama sekali sudah tidak berdaya.
Widya      : Dewi.... kamu jangan pergi Wi. ( berteriak sambil menangis )
Vita        : kenapa kamu pergi secepat ini Wi. Kamu tau kan kita nggak bisa kehilangan kamu.
Andin      : Kita semua harus tabah. Ini sudah kehendak tuhan. Mungkin di atas sana Dewi sudah tenang.
Widya      : Kita akan selalu mengenang kamu Wi. Kamu tetap ada di hati kita semua.

Ferdi mengelus pundak Widya yang sedang menangis. Andin,Acha,Vita dan Mia menenangkan Widya . Kemudian pulang dengan perasaan sedih dan duka.
Setelah kepergian Dewi, mereka semua masih murung. Tak ada lagi tawa kenangan di antara mereka ber enam. Di taman sekolah Andin,Acha,dan Widya duduk dengan buku di tangan mereka masing-masing. Mungkin akan ada ulangan nantinya.
Widya      : Dewi masih ingat kita nggak ya di sini. ( tertunduk sedih )
Andin      : Di atas sana Dewi akan selalu ingat kita Wid. Dewi itu orangnya baik, nggak mungkin dia lupain kita.
Acha       : Jangan sedih gitu dong Wid. Kalau kamu sedih kita juga ikut sedih.
Andin      : Senyum dong ( merangkul pundak Widya ). Biarpun Dewi udah nggak ada di sisi kita, tapi kita juga tetap satu kan. Jadi sahabat sejati.
Acha       : ( ikut merangkul pundak Widya ). Benar. Dan yang terpenting nama Six Real Friends tetap utuh.
Widya      : Tapi penyesalan aku udah terlambat. Seandainya dari dulu aku nggak perlakuin Dewi kayak gitu pasti dia masih ada sama kita.
Andin      : Nggak ada kata terlambat. Kamu tidak perlu menyesal Wid. Kamu juga nggak salah. Itu semua takdir allah. Dia yang menentukan kapan kita pergi meninggalkan dunia ini.
Acha       : yang penting kita harus tetap semangat tanpa Dewi.

TIBA..TIBA... handpone Andin berbunyi.
Andin      : Siapa yang nelfon ya. ( mengambil hp dari saku bajunya ). Iya Gus, ada apa. Apa?? , i iya kita ke sana sekarang. ( menutup telfon yang ternyata dari Agus ). Wid, gawat. Ferdi kecelakaan dan sekarang dia ada di rumah sakit.
Widya      : ( kaget ) Apa?? Ferdi kecelakaan. Sekarang juga kita ke sana, Din.
Acha       : Aku nggak ikut ya,. Nanti kan kita ulangan. Pulang sekolah nanti aku, Vita sama Mia nyusul.
Andin      : Iya. Izinin ya sama bu Tika, kalau kita ke rumah sakit.
Acha       : Pasti. Hati-hati ya Din,Wid.

Setelah Widya dan Andin sampai di rumah sakit mereka langsung masuk ke ruangan tempat Ferdi di rawat.
Widya      : ( menangis ). Fer, kamu kenapa bisa kayak gini sih.
Agus       : Tadi aku sama Ferdi ngebut di jalan. Dan pas di perempatan Ferdi di tabrak sama truk. Untung aku bisa menyelamatkan Ferdi,. Seandainya nggak pasti dia sekarang udah... udah mati Wid.
Widya      : Pasti kamu kan Gus yang ajak Ferdi ngebut. Kamu kan.. ( mendorong Agus )
Andin      : Sabar Wid. Kamu jangan emosi dulu.
Widya      : Gimana aku nggak emosi. Kalau sampai terjadi apa-apa sama Ferdi, kamu yang tanggung jawab Gus.
Agus       : Tapi...
Tiba-tiba Ferdi terbangun.
Ferdi       : Wid.. widya.
Widya      : ( membalikkan badan ). Fer. Kamu udah sadar Fer. Alhamdulillah. Dokter,dok. Ferdi sudah sadar dok. ( berteriak memanggil dokter ).
Ferdi       : ( meringis kesakitan ) Wid.. kenapa kakiku nggak bisa di gerakin Wid.
Widya      : Maksud kamu, Fer.
Dokter     : Maaf,. Bisa kita bicara sebentar.
Widya      : iya dokter. Ada apa.
Dokter     : silahkan duduk dulu. Begini Nak, sebenarnya pasien yang bernama Ferdi itu menderita lumpuh. Dan di perkirakan sudah tidak bisa di sembuhkan lagi.
Widya      : Nggak mungkin Dok.. Ferdi..
Dokter     : Itu sudah kenyataannya. Saya permisi dulu.
Andin      : Sabar ya Wid,. ( menenangkan Widya ).
Widya      : Cobaan apa lagi ini ya allah.
Ferdi       : Wid,. Apa kamu masih mau menerima aku dengan keadaan seperti ini.
Widya      : aku selalu sayang sama kamu Fer. Bagaimana pun kamu. Kamu tetap adalah Ferdi, pacar Widya.
Ferdi       : ini kesalahan aku. Seandainya aku nggak ngebut sama Agus pasti semuanya nggak kayak gini.
Andin      : Udah Fer. Kamu berdoa saja ya, semoga kamu bisa sembuh seperti sediakala.
Ferdi       : makasih Din.
Agus       : Aku juga minta maaf Fer. Kalau aku ngajak kamu ngebut tadi. Harusnya aku yang sakit bukan kamu.
Ferdi       : Gus.. udah. Namanya juga takdir. Kamu nggak salah.
Widya      : Istirahat ya Fer, biar kamu bisa masuk ke sekolah lagi ( menangis perlahan )
Andin      : Sabar Wid,. Yang tabah ya. Ini semua cobaan.
Widya      : ( mengusap air matanya ) Dewi,. Ferdi.. selanjutnya siapa lagi. Andin, Mia, Vita, Acha, atau Aku.
Ferdi       : Wid.. kamu bicara apa sih. Nggak akan ada selanjutnya.
Agus       : Biar selanjutnya aku saja... ( berjalan keluar )
Ferdi, Widya, Andin   : ( teriak ) Aguuuuusssss....

Akhirnya di tengah-tengah kesedihan itu mereka masih bisa tersenyum. Ferdi masih bersyukur karena masih bisa memiliki Widya. Agus sekarang sudah berubah.
Cerita ini untuk mengenang masa-masa kenangan terindah bersama sahabat-sahabat kita. Dan cerita ini mengajarkan kita bagaimana pentingnya seorang sahabat itu. 
                                                                          




 PART 2
Dari rumah sakit Ferdi langsung pulang ke rumahnya. Di jemput oleh kedua orang tuanya. Hari ini juga Acha dan Andin bermalam di rumah Widya. Katanya, Ortu nya Widya ke luar negeri. Tapi seru juga karena kebiasaan mereka kalau ketemu malam pasti begadang.
Widya      : ( tertawa riang ) Seru nggak..
Andin      : Iya sih,tapi kangen juga sama orang tua kita di rumah.
Acha       : Ya kamu Din. Udah besar masih belum bisa di tinggal orang tua
Widya      : Ha..ha..ha ( sedikit tertawa ). Udah.. capek nih tidur yuk.
Besoknya...
Vita        : Moorning friend..
Widya      : Moorning.
Mia        : Semangat benget sih ini hari. Abis ngapain coba semalam.
Andin      : Apa sih ini anak. Kita nggak ngapa-ngapain.
Acha       : tau nih..
Vita        : Seneng-seneng nggak ngajak nih..
Widya      : Iya..iya. semalem pokoknya seru deh. Tapi-tapi, entar sore ada kerjaan nggak.
Mia        : Emeng kenapa, mau ngajak berantem.ayo sini maju ( menaikkan kaki kanannya di kursi )
Widya      : Bukan.. jadi gini. Nanti sore kita di ajak sama Ferdi ke taman tempat kita dulu pergi liburan. Seru nggak
Mia        : ( mengacungkan jempolnya ) Seru banget tuh.
Vita        : Emeng nggak ganggu ya.
Andin      : Nggak lah. Kita semua nepeng di mobilnya si Kevin. Ya sesekali lah.
Mia        : Kalau sama tuh anak, pasti kacau nih ( sedikit kesal )
Acha       : Yang penting kan gratis.
Widya      : ( tersenyum )
Sampai di taman mereka semua tertawa gembira. Tapi Ferdi hanya bisa terdiam melihat teman-temannya gembira.
Widya      : ( mendekati Ferdi ) Fer, kamu nggak ikut
Ferdi       : Wid.. aku ngajak kamu ke sini itu karena kau mau mengenang masa-masa terakhir kita atau mungkin sementara
Widya      : Maksud kamu
Ferdi       : ( menarik nafas sambil berteriak ) Aku sayang kamu Widya....
Widya      : Ferdi kamu apa-apaan sih.
Ferdi       : Makasih semuanya ( berterik ke arah teman-temannya ). Untuk terakhir kali.
Agus       : Maksud kamu terakhir apa Fer.
Acha       : Jangan bilang kamu mau ninggalin kita.
Ferdi       : Besok aku harus ikut sama orang tua aku ke Amerika. Pindah sekolah sekaligus berobat. Ninggalin kalian semua. Tapi aku janji akan pulang untuk kamu Wid.
Widya      : ( kaget ) Kenapa Fer, kenapa kamu ninggalin aku. Dan kamu pasti nggak akan kembali lagi karena di sana pasti kamu akan nemuin cewek yang lebih baik dari aku. Iya kan.
Ferdi       : Maaf Wid.. maaf. ( pergi dengan kursi rodanya yang di dampingi oleh sopir pribadi ayahnya ).
Widya hanya bisa melepaskan kepergian Ferdi. Meratapi semua apa yang telah terjadi selama ini.
Vita        : ( mendekati Widya ) Kita selalu ada buat kamu Wid.
Andin      : ( memegang pudak Widya ) Kepergian itu akan melepaskan kamu dari sebuah masalah. Tapi kita akan selalu ada di samping kamu Wid. Seorang sahabat nggak akan pernah meninggalkan sahabatnya.
Mia        : ( Ikut mendekati Vita Andin dan Widya ) Jauh dia akan pergi. Pasti dia akan selalu ingat sama kamu.
Acha       : ( hanya bertatapan dengan Agus lalu mendekati Widya ) Jangan sedih ya. Aku kan juga ikut sedih.

Mereka semua berpelukan. Agus hanya bisa terharu melihat semua itu. Hanya air mata yang bisa menghapus luka dari seorang sahabat. Janji bisa saja teringkari. Tapi selama sahabat tidak menghianati, luka dalam kepedihan itu akan menjadi kenangan untuk selamanya.















PART 3
Karena Kau Bukan Dia
Tak terasa kepergian Ferdi beberapa bulan yang lalu telah meninggalkan kisah cinta terindahnya dengan Widya. Kini Widya pacaran sama Kevin. Ferdi hanyalah masa lalunya yang tak mungkin akan kembali lagi. Di saat-saat seperti itu Widya masih bisa tertawa. Tanpa alasan sahabat-sahabatnya hanya bisa mengakui sifat aslinya Widya. Mereka tak bisa berbuat apa-apa lagi sejak kepergian Ferdi. Dan yang harus menggantikan Ferdi jadi ketua Osis adalah Agus. Cerita yang sangat mengharukan. Karena kau bukan dia.
Widya      : Vin.. lihat tuh. Bagus nggak ( menunjuk layangan yang sedang melayang tinggi di udara )
Kevin      : Iya bagus. Seandainya Ferdi lihat ya.
Widya      : ( kini menjadi murung ) Jangan ingatkan aku dengan dia.
Kevin      : Its true we.
Widya      : Masih dengan janjinya. Sekarang mana. Belum datang kan. Kasih kabar juga nggak.
Kevin      : Tapi kan dia tetap..
Widya      : ( memotong kata-kata Kevin ) Bukan lagi. Udahlah Vin. Nggak usah di bahas. Cowok munafik kayak dia itu udah nggak penting buat aku.
TIBA-TIBA.. Andin dan Acha menghampiri mereka
Acha       : Wid,. Masuk ke kelas yuk.
Widya      : Iya Cha. ( meninggalkan Kevin sendiri di taman )
Andin      : Wid.. sebenarnya kamu kenapa sih. Sebelumnya aku minta maaf ya,kalau aku kasih kabar kayak gini. Tadi malam Ferdi sempat telfon aku. Dia bilang dia akan pulang 3 hari lagi. Tapi katanya mungkin kamu udah ganti nomor, jadi dia terpaksa telfon aku.
Acha       : Semalam dia juga sms aku kok tentang kepulangan dia.
Widya      : ( sedikit cemberut ) Terusss.. Gue harus bilang wow gitu. Denger ya Cha, Din, Kevin itu udah jadi pacar aku dan Ferdi Cuma masa lalu aku. Jadi kalian nggak usah ya repot-repot kasih kabar tentang Ferdi.
Andin      : Tapi kan kalian belum putus..
Acha       : Iya, apa salahnya sih, Wid. Biar bagaimanapun Ferdi itu masih pacar kamu. Kamu sendiri kan yang mau nerima cintanya Kevin. Harusnya tuh kamu kasih tau Ferdi dulu.
Widya      : ( kesal ) Ehh.. kalian itu belain aku atau Ferdi sih.
Andin      : Jelas kita belain kamu, Wid. Kita kasih tau ini itu demi kebaikan kamu juga Wid.
Acha       : Jangan sampai nanti kamu menyesal lagi. Kamu harus tau itu Wid. Dulu kamu menyesal kehilangan Dewi, sekarang apa? Kamu mau kehilangan Ferdi.
Andin      : Kalau kamu nggak mau dengar kata-kata kita, lebih baik kamu urus urusan kamu dengan si Kevin itu. Kita nggak akan bantuin lagi. Lagi pula Vita sama Mia juga nggak setuju kalau kamu pacaran sama Kevin ( meninggalkan Widya )
Acha       : Aku ikut Din.. ( mengejar Andin )
Widya      : Pergi aja sana. Emeng aku pikirin. Kalian mau ke ujung dunia sekalian itu urusan kalian.
Andin      : ( membalikkan badan ) Ingat Wid. Suatu saat nanti kamu pasti butuh kami.
Widya tidak menghiraukan kata-kata Andin lagi. Dia hanya duduk di kursinya sambil memainkan handpone nya. 3 hari yang di tunggu-tunggu sudah tiba. Kedatangan Ferdi di sambut meriah oleh teman-temannya. Tapi Widya hanya cuek tak menghiraukan semuanya.
Vita        : Selamat datang Ferdi. Wah seru nih perjalanannya dari Amrik.
Ferdi       : Nggak juga, Vit. Lebih seru di sini sama temen-temen. ( melihat sekelilingnya ) . Eehh. Widya mana?
Mia        : ( mengangkat kedua bahunya ) Nggak tau tuh. Kayanya dia lagi mesra-mesraan sama si Kevin anak sombong itu.
Ferdi       : Maksud kamu..
Acha       : Fer.. sekarang juga kamu lupain Widya. Dia udah pacaran sama Kevin.
Ferdi       : ( kaget ) Apa? Nggak. Itu nggak mungkin. Aku sama Widya belum putus. Kevin, kurang ajar dia. Belum tau ya siapa aku sebenernya.
Mia        : Setuju Fer. Kalau kamu mau berantem sama Kevin, Aku ikut. Biar nanti aku yang beresin dia.
Andin      : ( menenangkan mereka semua ) Sudah. Kalian ini kenapa sih. Jangan langsung panas gitu dong. Mia, tadi Kevin nungguin kamu di dekat taman. Katanya dia mau bilang sesuatu.
Mia        : Buat apa? Masih berani dia sama aku.
Vita        : Mia , kamu kesana saja. Biar Widya kita tangani.
Andin      : di samping taman ya. Katanya jangan bawa siapa-siapa? ( melirik Mia )
Mia meninggalkan mereka semua. Ferdi, Vita, Andin, dan Acha menemui Widya.
Ferdi       : ( berteriak ke arah Widya ) Widya... Kamu kenapa sih cuek sama aku. Apa salah aku Wid.
Andin      : Pliss, Wid. Sekali aja kamu hadapin Ferdi. Jangan kayak gini.
Widya      : Ngapain ke sini. Katanya udah nggak mau deketin aku lagi.
Acha       : Itu karena kamu pasti butuh kita. Makanya kita ke sini, Wid.
Vita        : Ferdi udah pulang. Dia sengaja pergi dari jauh Cuma mau tau kabar kamu Widya.
Ferdi       : ( memegang tangan Widya dengan lembut ) Widya.. maafin aku. Aku nggak bisa kasih kamu kabar. Kamu di sms nggak di balas. Di telfon nggak aktif. Kirim surat nggak di balas juga. Ternyata kamu udah sama Kevin.
Widya      : ( melepaskan tangan Ferdi ) Iya, memengnya kenapa. Kemu cemburu. Aku pacaran sama Kevin karena Kevin itu lebih setia, baik, ganteng dari pada kamu. Munafik.
Andin      : Widya.. jaga ucapan kamu ya. Kenapa sih kamu berubah. Widya yang aku kenal itu nggak kayak gini.
Ferdi       : ( bernyanyi perlahan ) ku mencintaimu lebih dari nyawaku. Bahagia kaupun dengan cintaku. Sepakat mengikat janji untuk saling melengkapi, bagai fajar menjemput sang embun pagi. Mengapa kau menghilang, menghindar dari cintaku. Mengapa kau robohkan dan meremuhkan jantungku. ( mengambil gitar yang terletak di meja sambil bernyanyi ) Sungguh kejam kau meninggalkanku tanpa perasaan. Dikala hatiku merajahi hatimu. Kumohon kau jelaskan padaku sebab apa kau meninggalkanku, bukankah kita berjanji untuk sehidup semati.
Widya      : ( melanjutkan lagu yg di bawakan Ferdi ) Kau pun begitu, bahagia di pelukanku. Hingga cinta kita bagaikan pelangi. Mengapa kau menghilang, menghindar dari cintaku. Mengapa kau robohkan dan meremuhkan jantungku. ( menangis perlahan ) Fer, aku minta maaf. Aku sebenarnya masih sayang sama kamu. Tapi aku juga harus terima Kevin. Itu karena kamu perginya kelamaan. Makanya aku pacaran sama Kevin. Tapi kali ini aku jujur. Kamu bukanlah dia dan dia bukanlah kamu
Ferdi       : Ingat Widya. Cinta itu bukan karena terpaksa. Kalau memeng kamu masih cinta sama aku, putusin dia. Kembali sama aku. Because my liver will always four you.
Andin dan Vita        : Ciyye... soswith deh.
Acha       : kayaknya aku juga mau.
Ferdi       : ( tersenyum ) Kenapa nggak sama Agus aja.
Agus       : ( tiba-tiba datang ) Kan udah ada Andin.
Widya      : Wow.. kayaknya ada yang mau balikan lagi nih. PJ nya dong.
Andin      : Apa sih Wid?. Kalau ngomong jangan sembarangan ya!! ( sedikit kesal )
Mia dan Kevin datang.
Kevin      : Welcome Ferdi. ( berpelukan dengan Ferdi ) Now I can like.
Ferdi       : Thanks Vin.
Acha       : ( melirik Mia ) Nggak ada petir nggak ada hujan. Kayaknya ada yang senyum-senyum sendiri nih.
Kevin      : Oky. Sekarang aku ceritain sama kalian. Gue sama Mia udah jadian. Jadi buat lho Wid, lho bisa balikan lagi sama Ferdi.
Widya      : Ya..ya..ya. Ferdi kan emeng pacar aku. Nggak kayak kamu. Dasar cowok playboy.
Mia        : biar dia playboy tapi dikitnya kan baik.
Mereka tertawa. Mengenang kisah-kisah kedatangan Ferdi dan kegembiraan antara mereka semua.
Ferdi       : ( menghentikan tawanya ) Oke..oke . jadi pentingan mana sahabat atau pacar.
Widya      : kalau buat aku sih dua-duanya itu penting.
Mia        : Pendapat aku juga kayak gitu.
Acha       : Ya.. aku ikut aja deh,..
Vita        : Jawaban yang sebenarnya itu sahabat yang lebih penting dari pada pacar. Tapi kalau kalian lebih memilih pacar itu artinya hati kalian terbalik. Yang pastinya kalau kalian lebih memilih pacar ujung-ujungnya kan kalian di hianati.
Andin      : Benar.. dan sahabat itu yang akan selalu membantu kalian, menerima curhatan kalian dan mengajarkan kalian arti kesetiaan.
Agus       : ( merangkul Ferdi ) Dan yang terpenting, kisah dari kalian itu sudah bisa menjadi pengalaman antara cinta dan sahabat.
Widya      : Iya benar juga. Dan janji kita adalah...
Mereka berlima bersamaan  : Six Real Friends , akan selalu ada dan bersama untuk selamanya.
Widya      : Menjadi kesetiaan diantara waktu hingga akhirnya nanti
Acha       : dan menjadi penyejuk dikala kita ingin berteduh
Andin      : Dan yang terakhir menjadi angin yang akan selalu membawa curhatan kita ke tempat yang lebih aman.
Vita        : Karena sahabat bukanlah cinta melainkan hati yang setia.
Ferdi       : ( tersenyum ) Buat apapun kalian nggak akan pernah terpisahkan. Dan kuncinya karena kau bukan dia.
Widya      : Thanks Fer..
Kevin      : Ini ya yang namanya sahabat
Mia        : ya iyalah Vin. Kamu kayak orang bego aja deh.
Kevin      : ( menggerakkan tangannya seperti banci ) Terus gue harus bilang wowwww gitu...!!!!:p
Mereka bersamaan meneriaki Kevin         : Keviiiiiiiinnnnnnn..
Itulah kisah yang akan selalu menjadi pelengkap hati yang kesepian. Menjadi penyemangat dari kelemahan. Dan menjadi waktu dikala luang.












PART 4
            Hari-hari telah berlalu. Ferdi juga sudah kembali. Dan persahabatan antara mereka berenam kembali akur. Tak ada lagi hambatan yang harus mereka lalui.tapi di saat-saat seperti itu Widya tiba-tiba kecewa. Perusahaan papanya Widya bangkrut, itu karena kesibukan kedua orang tuanya yang akhirnya tidak bisa lagi melanjutkan karirnya untuk tetap membangun perusahaannya. Dan akhirnya Widya pun terus menyesali semuanya. Tapi sahabat-sahabatnya tidak pernah berhenti memberi Widya semangat dan membangkitkan Widya dari kesedihannya.
 Widya : ( sedikit kecewa ) Aduh gimana ya.. apa aku sanggup jalani hidup ini
Andin      : kamu pasti bisa Wid. Selagi kamu masih mau berdoa dan berusaha pasti semua ada jalannya. ( menyemangati Widya )
Acha       : benar Wid.. seandainya aku punya banyak uang, aku pasti bantu kamu. Tapi aku juga bukan orang kaya. Aku Cuma terlahir dari keluarga yang sederhana.
Andin      : Acha,.. kamu jangan sedih juga dong. Siapapun kalian kita semua tetap anggap kalian sahabat kita yang terbaik.
Widya      : Thanks Din. Tapi sekarang aku bisa apa. Udah nggak ada lagi yang bisa aku lakuin. Kecuali kalau aku berhenti sekolah.
Acha       : jangan Wid. Kamu nggak boleh berhenti sekolah. Kamu harus tetap usaha. Jangan cepat nyerah.
Widya      : tapi.. ( tertunduk sedih )
Tiba-tiba mereka mendengar suara dan suara itu ternyata suaranya Dewi
Dewi       : Widya.. kamu jangan sedih. Terus semangat ya. Aku yakin semua ini pasti ada jalannya.
Acha       : Tunggu..tunggu.. kalian dengar suara nggak. ( sambil menajamkan pendengarannya )
Widya      : sepertinya aku kenal suara itu
Andin      : seperti suara Dewi
Widya      : Iya,. Itu Dewi. Tapi dewinya mana.kenapa Cuma suaranya yang ada.( kebingunan )
Dewi       : aku disini. Diatas tempat di mana aku bisa bahagia melihat kalian bersatu kembali.
Widya      : Dewi.. aku nggak akan pernah lupain kamu. Makasih Dewi atas semuanya. ( widya seketika menangis dan suara itupun berhenti )
Mia dan Vita datang.
Mia        : Hai semua.. ada apa nih??
Widya      : Nggak kok..!!
Vita        : jangan bohong.. dari sini kita bisa lihat wajah sedih kamu Wid. Kamu kenapa sih. Cerita dong sama kita.
Widya      : Perusahaan papaku bangkrut. Dan sekarang aku jatuh miskin. Aku udah nggak punya apa-apa lagi selain rumah sederhana pemberian nenek aku. ( menangis )
Mia        : Wid. Sabar ya.!! Kita semua pasti bantu kamu kok.
Vita        : selama kita masih ada, kita pasti selalu ada buat kamu. Semangat ya !!! hidup itu bukan karena kaya ataupun miskin. Dan persahabatan itu bukan karena status melainkan hati yang setia.
Widya      : ( tersenyum ) makasih ya guys. Kalian emeng penyemangat hidup aku.
Andin      : tetap semangat ya Wid. Dan ingat, kapanpun kamu butuh sesuatu bilang sama kita. Kita semua pasti akan bantu kamu.
Mia        : asalkan jangan minta balikan lagi ya sama Kevin.
Widya      : iya deh. Siapa juga yang mau balikan sama Kevin.
Kevin      : ( tiba-tiba datang ) bener nih udah nggak mau balikan lagi.
Ferdi       : ( datang bersama kevin ) kalau dia balikan lagi sama kamu. Biar gue sama dia END..!!!
Widya      : apaan sih Fer..
Ferdi       : Cuma bercanda kok Wid.
Vita        : bercanda ya bercanda fer tapi jangan berlebihan juga dong.
Agus       : ( datang sambil berdeham seperti orang sedang batuk-batuk ) Sepoy cinta di tiup angin, jalan yuk Din.
Ferdi       : pantun apaan tuh?? Baru denger, dapat dari mana kamu Gus?
Kevin      : paling Cuma jiplak tuh pantun gue..
Agus       : enak aja. Jelas-jelas aku buat sendiri.
Mia        : tapi kok bisa ya agus buat pantun sendiri. Itu artinya otaknya udah mulai jalan nih.
Agus       : emeng sejak kapan Agus anak ganteng ini otaknya miring. Nggak pernah kan. Kalian tuh yang asal ngomong. ( sambil mengangkat lengan bajunya )
Andin      : kalau itu emeng kenyataannya kenapa harus malu sih, Gus..
Mereka semua tertawa..












PART 5
3 bulan telah berlalu. Ferdi memutuskan untuk tetap tinggal sendiri. Dia tidak ikut orang tuanya ke Amerika. Itu karena dia tidak mau hal yang pernah terjadi padanya terulang kembali. Tak lain dari Widya. Dia terus bersyukur dengan apa yang telah terjadi padanya. Berkat dukungan dan bantuan dari sahabat-sahabatnya akhirnya dia bisa bekerja setiap pulang sekolah, meskipun hanya mengamen.
Andin      : ( duduk di samping Widya sambil membuka kulit permen karetnya ) Pulang sekolah nanti jadi ngamen kan??
Widya      : ( mengambil permen karet yang belum sempat Andin buka ) Ya jadilah Din, kalau nggak dapat uang makan dari mana.
Andin      : ( mengambil kembali permen karetnya di tangan Widya ) Tapi ganti tempat lagi ya, cari yang lebih ramai.
Widya      : ( berdiri kesal ) Aduuhhh, Andin. Aku ambil permen karet kamu tuh bukannya aku yang mau makan, tapi mau di buang. Masa mau makan di dalam kelas sih. 
Andin      : Emangnya kenapa? Oohh. Jangan-jangan kamu mau ikutin ya sikap tegasnya si Ferdi itu. Mentang-mentang pacaran sama ketua osis.
Widya      : ( terseyum dan duduk kembali ) Nggak juga sih, Din.
Andin      : Ngaku aja deh..!! kalau bohong dapat sial lagi loh.
Widya      : apaan sih? Pakai sumpah-sumpah segala.
Acha       : ( tiba-tiba datang ) Andin, Widya. Kalian tau nggak, nanti sore Ferdi,Agus, sama Kevin ikut kita ngamen. Bakalan seru nih.
Andin      : Iya benar. Kalau mereka ikut penghasilan kamu akan lebih banyak Wid.
Widya      : iya juga sih. Udah yuk kita pulang.
Sepulang sekolah mereka pergi ngamen di salah-satu bus langganan mereka. Ferdi membawa gitar. Dan akhirnya mereka mendapat penghasilan yang banyak.
Ferdi       : ( menyanyikan lagu kenangan terindah )
Agus       : ( membantu kevin mengambil uang hasil ngamen )
Ferdi       : Wid.. sekarang uangnya terkumpul dan jumlahnya 38.500 rupiah. Lumayan kan.
Widya      : iya. Makasih ya Fer.
Ferdi       : harusnya kamu berterima kasih sama sahabat-sahabat kamu itu. Seandainya bukan mereka, aku nggak akan tau keadaan kamu kayak gimana dan aku nggak akan mungkin bantuin kamu ngamen.
Agus       : Iya. Dan perlu kamu tau Wid. Menyatunya cinta kalian itu karena mereka. Semua masalah kamu Wid, mereka yang menyelesaikan tanpa sepengetahuan kamu.
Kevin      : terus kita Cuma bantu dikit aja.
Ferdi       : benar Wid. Aku nggak akan pulang seandainya bukan mereka.
Widya      : ( melihat sahabat-sahabatnya dan menghampirinya dengan pelukan ) makasih ya Friend...          ( melepaskan pelukannya ) aku nggak nyangka, Ternyata di balik semua ini kalian yang selalu ada buat aku. Thanks banget ya Din,Vit,Cha,Mia. Kalian memeng yang terbaik buat aku.
Vita        : sama-sama Wid. Kamu juga sahabat kita yang paling baik.
Widya      : sekali lagi makasi ya..
Andin      : namanya sahabat pasti saling membantu. Iya kan
Mia        : iya dong. Bukan sahabat namanya kalau Cuma statusnya yang di cari
Acha       : tapi kesetiaannya.

Akhir dari kisah mereka membawa kenangan yang akan terus menjadi impian mereka berenam..


Selesai



Tidak ada komentar:

Posting Komentar